Beranda » Uncategorized » Tips Perjalanan Umroh dan Haji

1.Hati-hati memilih Jasa Travel

Minat yang tinggi Umat Muslim Indonesia melakukan umroh tak disia-siakan oleh pelaku bisnis.  Tak heran jika jasa travel yang menawarkan umroh dengan fasilitas beragam bermunculan bak cendawan di musim hujan. Ironisnya, keinginan dan obsesi Umat Muslim untuk bertamu ke Rumah Allah Yang Maha Segala-galanya di manfaatkan beberapa oknum yang kurang bertanggung jawab. Tak sedikit yang harus berurusan dengan hukum akibat salah pengelolaan. Semoga anda bukan salah satu korbannya.

Ini hal pertama dan paling penting anda lakukan sebelum memutuskan untuk melakukan umroh. Banyak cara mencari jasa travel yang terpercaya dan capable. Selain harus berbadan hukum jelas, travel itu harus memiliki pengalaman dalam mengantar jemaah meraih mimpinya bertamu ke tanah suci. Harga boleh jadi pertimbangan, tapi jangan jadikan pertimbangan utama. Meski tak harus mewah, pastikan agar jasa travel yang anda pilih tidak akan menimbulkan kesulitan di kemudian hari bahkan bisa mengubur mimpi anda. Karena ingin murah malah repot mengurus ini – itu yang menguras energi, waktu dan dana. Ujung-ujungnya malah tak jadi berangkat, uang melayang.

2. Persiapkan fisik

Umroh membutuhkan stamina dan fisik yang prima. Anda akan melakukan serangkaian prosesi umroh yang hukumnya wajib agar umroh anda bisa dikatakan sah. Kalau mabrur itu urusan Allah yang menilainya.

Pertama-tama anda akan menempuh perjalanan dengan pesawat 9 jam (untuk direct flight). Meski hanya duduk manis dan ganteng di dalam pesawat, tapi 9 jam itu cukup menjemukan dan menyita energi. Andai di dalam pesawat kita bisa beraktifitas atau jalan-jalan, mungkin lain ceritanya. lah ini, cuma duduk diam tak bergerak, mirip orang yang sedang di lukis.

Setelah mendarat di Saudi Arabia pun masih perlu perjuangan. Ada 2 pilihan tergantung dari paket umroh yang anda ambil. Jika mengambil paket Mekkah – Medinah maka anda akan mendarat di Jeddah. Perjalanan dari Jeddah ke Mekkah membutuhkan waktu 1 Jam dengan bis paling lama. Dekat kan? Apakah anda sudah bisa langsung beristirahat? Jangan senang dulu, tentu tidak. Anda akan langsung melaksanakan prosesi umroh. Anda harus masuk ke kamar mandi dan berpakaian ihram lalu bersiap umroh. Ingat, anda bisa mendarat di Jeddah jam berapa saja. Kalau siang mungkin masih mending, kalau mendaratnya jam 2 pagi? Pas musim dingin? Itulah tantangannya, pemirsah!

Jika anda mengambil paket Medinah – Mekkah, bisa sedikit lebih nyaman. Setelah mendarat di Bandara di Medinah, anda akan naik bus ke hotel selama 30 menit. Waahh enak dong yak, nyampe hotel bisa lansung leyeh-leyeh istirahat. Belum tentu! Kenapa? Nanti aja saya jawabnya, pokoknya masih perlu perjuangan. Seperti apa? nanti di point berikutnya.

Prosesi umroh juga memerlukan kesiapan fisik dan stamina yang prima. Setelah menempuh perjalanan panjang sejak dari tanah air maupun dari Medinah, anda harus melakukan seluruh proses dengan benar dan berurutan.

Mulai dari shalat sunnat dari tempat miqattawaf mengelilingi ka’bah 7 putaran lalu Sa’i antara Safa dan Marwah sebanyak 7 x baru kemudian di tutup dengan bercukur. Belum lagi jika anda harus berdesak-desakan dengan puluhan bahkan ratusan ribu orang dari berbagai penjuru dunia.

3. Persiapan mental dan latihan kesabaran

Naahhh ini menyambung point #2 di atas. Kesabaran adalah hal mutlak dimiliki saat melakukan umroh. Tak ada hubungannya dengan mitos-mitos yang selama ini beredar. Ini lebih ke bagaimana tabiat, karakter dan kelakuan orang arab sebagai tuan rumah. Begitu anda mendarat dan tiba di imigrasi, anda sudah harus siap menahan diri. Bagaimana tidak, anda akan dihadapkan pada situasi yang terbilang jarang ditemukan di Indonesia atau beberapa negara lain. Petugas imigrasi di Arab Saudi terbilang sangat antik bin unik tapi menyebalkan. Mereka yang merasa sok kuasa dan arogan. Tak ada kesan bersahabat atau welcome. Mereka yang akan santai ngobrol atau sibuk dengan handphone meskipun sudah melihat antrian panjang. Bahkan bisa saja keluar dari counter-nya hanya untuk melakukan sesuatu yang tidak begitu penting atau menghilang entah kemana. Bukan hanya ke jemaah dari Indonesia tapi semua jemaah mereka perlakukan seperti itu. Itu ujian kesabaran pertama yang akan anda hadapi. Harus bagaimana lagi, mereka tuan rumah dan kita hanya tamu. Apapun perlakuan mereka harus kita terima dengan sabar. Tapi itu dulu, sekarang pelayanan imigrasi sdh dilakukan oleh wanita bercadar dengan lama pelayanan 3 menit, waw!

 

Kelar Imigrasi, kita akan langsung diangkut dengan bus menuju ke hotel. Di hotel pun kesabaran menghadapi orang arab masih sangat dibutuhkan. Kamar yang sudah di booking jauh-jauh sebelumnya belum tentu tersedia saat kita akan check-in. Bahkan mereka akan dengan gampang tanpa rasa bersalah meminta kita mencari hotel lain karena kamar yang sudah di booking sudah ditempati jemaah lain. Bisa begitu? Sangat bisa pakai banget! Jadi jangan berharap tiba di hotel anda akan langsung bisa beristirahat dengan tenang dan damai. Harus melalui uji kesabaran dulu. Penghargaan kepada tamu hampir tak ada sama sekali. Saya sempat berfikir, perlakuan ke tamu saja seperti ini, bagaimana perlakukan mereka ke saudara-saudara TKI kita ya? Mungkin lebih memprihatinkan. Mungkin, semoga saja tidak. Itu sebagian alasan kenapa anda harus melatih kesabaran sebelum ke Tanah Suci agar tidak menodai ibadah umroh anda.

4. Pakaian dan Packing

Sangat disarankan agar anda tidak membawa terlalu banyak baju. secukupnya saja. Hal yang perlu di perhatikan adalah musim. Ada 2 musim di Arab Saudi, musim dingin (November- February) dan musim panas (Maret – October). Saat musim dingin, anda harus membawa jaket dan pakaian tebal. Suhu bisa mencapai 10 – 15 derajat di subuh hari. Kaos tangan, kupluk dan jaket wajib anda bawa. Tanyakan ke pihak travel jarak antara hotel dan mesjid, baik di Mekkah maupun Medinah.

Jika menggunakan travel, selain baju ihram untuk kaum pria, biasanya akan disiapkan seragam untuk digunakan saat berangkat maupun saat di sana. Pastikan jangan membawa terlalu banyak baju. Kenapa? Jawabannya ada di point berikutnya.

Khusus buat kaum pria, jika mengambil route Mekkah – Medinah, pastikan agar pakaian ihram tidak di simpan di dalam koper. cukup membawanya di dalam daypack atau tas kecil yang juga biasanya di bagikan oleh pihak travel. Anda akan membutuhkannya sesaat setelah mendarat di Airport Jeddah yang juga menjadi tempat miqat (titik awal umroh). Untuk koper, pastikan anda memberikan penanda untuk memudahkan pengambilan di airport ataupun hotel. Ingat, koper seragam!

5. Belanja

Inilah nafsu yang paling sulit ditahan saat berada di ke-2 tanah suci itu. Tempat belanja seperti mengelilingi anda hingga ke depan pintu kamar. Hampir semua jemaah akan sulit menahan nafsu belanja saat sedang umroh, gak ibu-ibu, emak-emak, bapak-bapak, aki-aki, semua pasti belanja. Komoditi yang ditawarkan 80% nya adalah pakaian. Selebihnya kurma, minyak zaitun, dan air zam zam. Selain pilihannya beragam karena datang dari berbagai belahan dunia, harganya juga relatif terjangkau. Hanya ada 1 hal yang perlu anda perhatikan saat belanja yakni merek dan buatan mana. Kuatirnya barang yang anda beli adalah….buatan Indonesia!

Ada aturan baru yang diberlakukan oleh pemerintah Saudi Arabia terhitung sejak 1 January 2018 ini yakni penerapan PPN 5%. Jadi jangan kaget jika harga yang akan dibayar saat dikasir berbeda dengan harga yang tertera. Harga yang tertera belum ditambah pajak. Ini berlaku di toko-toko atau counter di mall ataupun supermarket. Kalau pedagang konvensional, mereka sudah memasukkan pajak ke dalam harga jual mereka.

Satu hal lagi yang harus anda perhatikan jika belanja di toko-toko sekitar hotel, Menawar! Jangan membeli barang pertama kali melihatnya. Silahkan window shopping dulu sambil nanya-nanya harga. Anda bisa membandingkan harga setelah mengecek ke 2 atau 3 toko. Gak usah malu kalau nawar lebih dari setengah harga. Ingat, anda sedang berhadapan dengan pedagang ulung!

6. Mata Uang

Ini sama sekali bukan faktor kendala di Arab Saudi. Tak perlu repot menukar rupiah dengan dollar ataupun riyal. Di beberapa tempat, rupiah malah bisa digunakan untuk belanja. Kalau harus tukar ke Riyal, lakukan di sana, bukan di Indonesia. Harga jual mereka lebih tinggi. Jika anda sering bepergian keluar negeri dan sering ada uang tersisa, bawa saja. Money changer mereka bisa menerima mata uang apa saja tanpa perlu repot mengisi form apapun.

Ditulis oleh

travel umroh dan haji khusus resmi

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.